Sarapan Favorit: Tahu Petis Pasar Sumber Hurip Margahayu Raya

Entah berapa banyak orang Singaparna, Tasikmalaya yang berjualan kupat tahu di seantero Bandung. Yang jelas, di Margahayu Raya saja, di tempat saya tinggal, ada lima (atau mungkin lebih) pedagang kupat tahu. Para pedagang kupat tahu ini ada yang berjualan berkeliling, ada juga yang menyewa tempat semi permanen. Salah satu tempat makan kupat tahu yang paling ramai di Margahayu Raya adalah kupat tahu di Pasar Sumber Hurip Margahayu Raya, letaknya di tepat setelah pintu masuk utara pasar Sumber Hurip, Jl. Rancabolang. Tukang kupat tahu ini juga menyediakan varian kupat tahu favorit saya, yakni tahu petis. Umumnya, pedagang kupat tahu yang menyewa tempat semi permanen atau permanen tidak hanya berjualan kupat tahu saja, tapi juga berjualan setidaknya salah satu dari dua varian kupat tahu: kupat sayur atau tahu petis. Di tukang kupat tahu ini, hanya tersedia kupat tahu standar (seperti biasa dengan tahu kuning, kupat/lontong, tauge, bumbu kacang, dan kecap) dan tahu petis.

Biasanya saya datang ke tukang kupat tahu ini sekitar pukul 9 atau 10. Apabila saya datang lebih pagi, biasanya tempat ini ramai sekali, terutama oleh mereka yang memesan kupat tahu untuk dibawa pulang. Memesan tahu petis perlu kesabaran ekstra, karena biasanya si akang penjualnya melayani para pembeli kupat tahu terlebih dahulu, mengingat kupat tahu lebih gampang diracik, hanya tinggal memotong tahu dan kupat, menambahkan tauge, dan membubuhkan bumbu kacang yang sudah disiapkan malam sebelumnya. Sementara tahu petis membutuhkan persiapan yang lebih panjang. Tahu petis Tasikmalaya adalah varian kupat tahu dengan bumbu khusus yang merupakan gabungan bumbu kacang kering, petis, air, dan beberapa komposisi lain, umumnya bawang putih dan cabe rawit. Petis sendiri dapat dikatakan sebagai hasil olahan udang yang lebih halus daripada terasi (mungkin bahasa Inggrisnya refined shrimp paste. Mungkin). Aroma udang pada petis tidak semenyengat aroma terasi. Aroma udang pada petis lebih halus dan subtil, aroma yang, buat saya, membangkitkan selera makan.

Kupat Tahu Petis nu matak kapengpeongan.

Kupat Tahu Petis nu matak kapengpeongan.

Bumbu tahu petis di kupat tahu Sumber Hurip ini tidak encer juga tidak terlalu kental, dengan aroma petis yang cukup menggugah, bersanding dengan aroma bumbu kacang. Potongan tahunya besar-besar, empuk, gurih dan dijamin masih hangat karena langsung diangkat dari penggorengan, ditambah kupat yang padat dan tauge yang segar. Buat saya ini sarapan yang sempurna, apalagi ditambah dengan suasana yang cukup ramai dengan orang-orang dari berbagai golongan, terutama para pemilik lapak di pasar yang menyempatkan sarapan, para pekerja yang sengaja berangkat kesiangan untuk mencicipi kupat tahu atau tahu petis, dan juga si mas penjual gudeg teman selapak tukang kupat tahu, yang sering mengobrol dengan saya karena kami sama-sama penggemar Koes Plus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s